Friday, October 23, 2015

Tenaga Kerja Indonesia di Taiwan mendapat Perhatian Pemerintah Taiwan

Hampir 80% Tenaga Kerja Asing Taiwan dari Indonesia


Taipei, 22 Oktober (CNA) pemerintah Taiwan dan organisasi lokal harus bekerja sama untuk membangun sistem pengawasan untuk mencegah kemungkinan insiden kekerasan di masa depan, Asosiasi Taiwan pengasuh Keluarga Kamis.

Asosiasi membuat pernyataan dalam menanggapi kasus terbaru dari pengasuh Indonesia yang merekam video dirinya disiksa oleh majikannya.

Chen Jing-ling (陳景寧), presiden Asosiasi Taiwan Keluarga Pengasuh, mengatakan bahwa pengasuh domestik menghadapi banyak tantangan dan masalah mereka sendiri termasuk stres fisik dan emosional.

Dalam keterangannya mengenai kejadian ini, Chen menekankan bahwa pemerintah tidak bisa lagi mentoleransi kondisi tenaga kerja asing dan majikan mereka hadapi setiap hari seperti ini.

Di bawah sistem pengawasan keluarga bahwa asosiasi yang diusulkan, pemerintah harus menjelaskan prosedur operasi standar untuk kunjungan rumah kepada keluarga majikan.

Staf akan menilai kinerja pekerjaan pengasuh asing, memeriksa kondisi kesehatannya dan lingkungan hidup mereka, dan membantu majikan untuk berkomunikasi dengan agen perekrutan yang bertanggung jawab yang membawa pekerja migran asing tersebut.

Menurut statistik resmi, dari sekitar 224.000 pengasuh asing di Taiwan, 80 persen berasal dari Indonesia.

Tuesday, October 6, 2015

Petani China dan Helikopter Ciptaannya Sendiri

Petani ini memanfaatkan besi bekas untuk membuat helikopter dan... dia mengaku dapat mengangkat rongsokan itu 4 meter dari tanah


  • Petani bernama, Li Housheng, 52 tahun, dari desa Ganzhou di Miluo, China, berhasil membuat helikopter hasil kerajinan tangannya sendiri.
  • Dia membuat dua mesin baling-baling untuk helikopter dari bekas mesin pembajak
  • Kerangkanya dibuat dari besi dan stainless steel; baling-balingnya hasil pengelasan sendiri
  • Ketika uji coba, Li mengaku pesawatnya mampu terbang 4 meter dari permukaan tanah

Teman-temannya mengejeknya dan mengatakan bahwa helikopternya tak akan lepas landas.
Tetapi di raup mukanya tidak ada keraguan, petani Li Housheng, 52 tahun, ini akhirnya bisa menerbangkan helikopter buatan karyanya sendiri.

Dia memulai dengan membuat baling-baling di garasi rumahnya di desa Ganzhou, Baitang, Miluo, China tahun kemarin (2014), menggunakan motor pembajak sawah. Kerangkanya dibuat dari besi dan stainless steel kemudian rotor/baling-balingnya diambilkan dari mesin bekas pembajak sawah. Helikopternya kini sudah selesai uji terbang dan bisa terbang 4 meter dari atas permukaan tanah.

Inspirasi: Petani Li Housheng memeriksa mesin helikopter ciptaannya di desa Ganzhou, Baitang, China. Dia mengatakan mempu terbang 4 meter dari permukaan tanah

Siap terbang: Dia mengenalkan helikopter ini pada rekannya. Di usianya 52 tahun dia berhasil meraih impiannya untuk menciptakan helikopter

Inovasi: Dia menggunakan bekas motor pembajak sawah untuk membuat handmade helikopter, termasuk joystick dan pegangan rem

Mimpinya: Proyek helikopternya ini membuat bangga dalam dirinya sekaligus mewujudkan impiannya.
Kecepatan helikopter: Spidometer dari mesin pembajaknya pun itu berfungsi juga di helikopter ciptaannya ini.


Modifikasi: Di sini dia mulai membangun bagian per bagian dari barang-barang bekas pertaniannya untuk menciptakan helikopter


Itulah cerita inspiratif dari petani China. Semoga menginspirasi Anda semua...

Monday, October 5, 2015

Hari Nasional Taiwan

Mengenal Hari Nasional Taiwan 10-10



Hari Nasional Dobel Ten, (dalam Inggris, Double Tenth), merupakan hari Nasional Taiwan dan RRC. Pada tahun ini (2015), hari Nasional Dobel Ten jatuh di hari Sabtu, 10-10-2015, menyebabkan Taiwan memiliki 13 hari libur nasional, dan bisa menjadi 29 hari libur, termasuk akhir pekan.
Setiap tahun tanggal 10 Oktober diperingati sebagai hari jadi Taiwan atau Republik China. 

Sejarah mencatat, 10 Oktober 1911 adalah hari dimulainya Pemberontakan Wuhan, Provinsi Hubei. Peristiwa itu juga dikenal sebagai Revolusi Xinhai (Hsinhai), Revolusi 1911, atau Revolusi China. Sebuah peristiwa yang mengarah pada runtuhnya Kekaisaran Qing di Tiongkok

Setelah melepaskan diri dari pengaruh Dinasti Ming yang kian melemah, Aisin Gioro Nurhachi (Pinyin: 爱新觉罗努尔哈赤努) menyatukan kelompok-kelompok suku Jurchen (sebutan sebelum diubah menjadi Manchu) dan mendirikan dinasti Jin akhir (Hou Jin) pada tahun 1609 di yang sekarang adalah wilayah timur laut Tiongkok. Nurhachi menjadi Kaisar dan Khan dari Negara Jin sampai ia meninggal setelah terluka dalam peperangan dengan dinasti Ming yang dipimpin jendral Yuan Chonghuan. Anaknya yang ke-empat Huangtaiji naik tahta menjadi Khan agung negara Jin yang baru (setelah diisukan menyingkirkan saudara-saudaranya yang layak menjadi kandidat Khan). Huangtaiji mengubah nama negaranya dari 'Jin' (secara harfiah berarti emas) menjadi 'Qing' (secara harfiah artinya murni) sehingga naman negaranya Kekaisaran Agung Qing (Hanzi: 大清帝国/大清帝國; Pinyin: dàqīng diguó) dan juga nama bangsanya dari Jurchen menjadi Manchu.


Kala itu, Dinasti Qing dianggap gagal mengembalikan kejayaan China. Bahkan, justru tunduk kepada kekuatan-kekuatan asing , Barat maupun Jepang. Sementara rakyat dibiarkan melarat dan menderita, realitas itu lah yang membuat Sun Yat-sen -- pemimpin Aliansi Kaum Revolusioner China (Tongmenghui) -- dan para pejuang lain melancarkan perlawanan untuk mengakhiri kekuasaan para kaisar.

Setelah kekaisaran berakhir, lahir lah Republik China lahir pada 1 Januari 1912. Namun, hanya di bagian selatan. Bagian utara masih dikendalikan panglima keamanan Dinasti Qin, Yuan Shih Kai.
Akhirnya Yuan Shih Kai bernegosiasi dengan Sun Yat Sen agar selatan dan utara bergabung. Syaratnya, sang mantan panglima diangkat menjadi presiden. Kesepakatan pun terjalin.

Pada 12 Februari 1912 kaisar terakhir Dinasti Qin Pu Yi turun tahta dan Yuan Shih Kai menjadi presiden Republik China.

Setelahnya, pergolakan terjadi di Tiongkok, antara kekuatan nasionalis pimpinan Jenderal Chiang Kai-sek dan kubu Komunis pimpinan Mao Zedong.

Akibat dari perang saudara tersebut, Pemerintah Republik China kehilangan kontrol atas Daratan China dan pindah ke Pulau Taiwan pada Desember 1949. Dunia mengenal negara tersebut sebagai Republic of China. Sementara negara berhaluan komunis didirikan di Tiongkok. 


Hari Nasional 10 Oktober juga diperingati di RRC, termasuk di Hong Kong dan Makau. Pada tahun 2010 silam, hari istimewa itu jatuh pada tanggal 'cantik': 10-10-10.